Mekanisme Infeksi Virus
Virus Hepatitis B (HBV) menyerang hepatosit melalui reseptor spesifik. Proses replikasi virus memicu respons imun yang dapat menyebabkan peradangan hati akut hingga kronis. Studi epidemiologi menunjukkan bahwa infeksi dini pada neonatus berisiko tinggi menjadi karier seumur hidup. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa 90% bayi yang terinfeksi saat lahir akan mengalami Hepatitis B kronis. Mekanisme ini mendasari pentingnya intervensi pencegahan sejak fase awal kehidupan.
Faktor Risiko Utama
Penularan HBV terjadi melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi. Jalur Penularan vertikal dari ibu ke bayi saat persalinan merupakan rute dominan di daerah endemis. Selain itu, transmisi horizontal melalui jarum suntik tidak steril atau hubungan seksual tanpa proteksi turut berkontribusi. Penelitian menunjukkan bahwa Vaksinasi dan pemberian imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) pada bayi baru lahir mampu memutus rantai penularan vertikal hingga 95%.
Pentingnya Imunisasi Awal
Vaksinasi pada neonatus memberikan perlindungan paling efektif karena sistem imun bayi masih responsif. Imunisasi Bayi dengan dosis pertama dalam 24 jam setelah lahir telah menjadi standar global. Pilot program di Indonesia menunjukkan cakupan imunisasi dosis pertama mencapai 78% pada 2022, namun masih diperlukan akselerasi untuk mencapai target Eliminasi. Efektivitas Vaksin mencapai 95% dalam mencegah infeksi kronis jika diberikan sesuai jadwal.
Target Eliminasi Global
WHO menetapkan target Eliminasi Hepatitis B pada tahun 2030 dengan menurunkan insidensi infeksi baru hingga 90%. Strategi utama mencakup imunisasi universal bayi, cakupan Vaksinasi lengkap pada anak-anak, dan pemberian HBIG pada neonatus berisiko tinggi. Model matematika memperkirakan Eliminasi dapat tercapai jika cakupan dosis pertama di atas 90% dan dosis ketiga di atas 80%. Negara seperti Thailand telah berhasil menurunkan prevalensi HBsAg pada anak di bawah 1% melalui program serupa.
Efikasi dan Keamanan Vaksin
Vaksin Hepatitis B rekombinan telah melalui uji klinis dengan profil keamanan yang sangat baik. Efek samping umum seperti nyeri lokal dan demam ringan bersifat sementara. Data jangka panjang tidak menunjukkan hubungan dengan gangguan autoimun. Rekomendasi WHO mendorong Vaksinasi bayi tanpa memandang status HBsAg ibu untuk mempercepat Eliminasi global.